Itikat Baik Israel Ditampik Hamas, Hei Bebaskanlah Gilad Shalit !

Jakarta 22/5/2010 (KATAKAMI) Dua hari setelah Pemerintah Israel melepaskan dari tahanan salah seorang anggota (bisa juga dibilang salah seorang yang penting di ) HAMAS yaitu Mohammed Abu Tir, ternyata keputusan itu tak mendapat respon yang positif dari pihak Hamas sendiri.

Respon yang seperti apa ?

Ya misalnya karena Israel memang sudah melepaskan anggota Hamas, apa salahnya melepaskan prajurit Israel yaitu GILAD SHALIT yang sudah 4 tahun disekap dan ditawan Hamas.

https://i2.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0fmE4p58YCgt4/610x.jpg

Foto : PM Israel Benjamin Netanyahu bertemu George Mitchell 20 Mei 2010


Mohammed Abu Tir dibebaskan dari tahanan hari Kamis (20/5/2010), bertepatan dengan kunjungan Utusan Khusus AS George Mitchell datang menemui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sehingga secara politis, keputusan membebaskan Mohammed Abu Tir itu adalah bagian dari kesungguhan Israel merintis realisasi perdamaian dengan pihak Palestina.

Tentu keputusan untuk membebaskan itu bukanlah keputusan yang mudah bagi Israel.

Sebab konflik antara Israel dan Hamas memang sangat tajam sekali.

Keputusan membebaskan Mohammed Abu Tir juga menjadi sebuah kejutan yang sangat mencengangkan bagi dunia internasional karena beberapa hari sebelum pembebasan itu Hamas kembali berulah dengan mempublikasikan rekaman “wawancara” dengan prajurit Gilad Shalit.

Dipublikasikannya rekaman “wawancara” ini seakan menjadi ejekan (atau sebutlah sindiran) bagi Presiden Rusia Dmitry Medvedev karena baru-baru ini Medvedev menyerukan agar Hamas segera melepaskan prajurit Israel, Gilad Shalit.

Provokasi dari Hamas, sebenarnya juga baru-baru ini terjadi yaitu di penghujung bulan April lalu atau tepatnya tanggal 25 April 2010, Hamas juga telah merilis video animasi yang mengejek Ayahanda dari Gilad Shalit (Noam Shalit) dengan cara membuat animasi bahwa prajurit ini akan MATI.

Israel allows Hamas leader’s daughter to leave Gaza

Hamas Terror Group Mocks Israel With Cartoon of Kidnapped Soldier Shalit (Video)


Di hari yang sama yaitu 25 April 2010 (saat Hamas merilis video animasi yang penuh provokasi untuk Keluarga Noam Shalit), Israel justru membuat keputusan yang sangat mengejutkan yaitu mengizinkan bocah kecil berusia 3 tahun yang merupakan putri dari pejabat Hamas untuk keluar dari Jalur Gaza guna menjalani operasi medis di Yordania. Hal-hal yang sangat kontradiktif seperti ini, sesungguhnya bisa merusak proses perdamaian yang sedang dirintis.

Dengan atau tanpa campur tangan Amerika Serikat, sebenarnya perdamaian itu bisa diwujudkan asal kedua belah memiliki itikat baik dan yang terpenting tidak ada provokasi dari Hamas.

Utusan Khusus AS George Mitchell bolak-balik datang ke Palestina dan Israel dalam beberapa bulan terakhir ini. Aktif sekali kunjungannya.

Dan sekarang jadi mendatangkan tanda tanya besar, untuk apa berkunjung ke Palestina dan Israel seperti layaknya setrikaan ?

https://i1.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/0evUf0B0Wk2vZ/610x.jpg

Foto : George Mitchell bertemu Mahmoud Abbas (19 Mei 2010)

Photostream : U.S. Middle East Envoy George Mitchell meets Israel’s Prime Minister Benjamin Netanyahu

Photostream : U.S. Middle East Envoy George Mitchell meets Palestinian President Mahmoud Abbas

Mengapa disebut seperti setrikaan ?

Ya karena kunjungannya bolak balik seperti orang sedang menyetrika pakaian.

Barangkali karena mereka memang sedang disorot dan ditekan oleh banyak pihak untuk mau segera berdamai dan mewujudkan perdamaian itu dengan pihak Palestina, maka pemerintah Israel terus secara sungguh-sungguh menerima kunjungan Utusan Khusus Amerika itu dengan tangan terbuka dan penuh kehangatan.

Sementara orang yang menyaksikan dari kejauhan saja, sudah jenuh.

Datang lagi, datang lagi.

Apakah faktor Amerika, menjadi satu-satunya faktor penentu bisa atau tidaknya perdamaian di Timur Tengah itu terwujud ?

Jika Amerika menjadi satu-satunya faktor penentu, mengapa hubungan antara Amerika dan Israel belakangan ini menjadi terkesan bersitegang dan tak harmonis ?

Jika Amerika menjadi satu-satunya faktor penentu, mengapa pada bulan Maret 2010 lalu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperlakukan sangat “hina” oleh Presiden Barack Obama ?

Photostream : Bibi Netanyahu in Washington

Bibi’s Secret Letter to Obama


Saat Netanyahu datang ke Gedung Putih, ia disuruh menunggu di ruangan lain karena mendadak Obama “walkout” dari pembahasan mereka dengan alasan hendak makan malam dengan Ibu Negara AS ?

Jika Amerika menjadi satu-satunya faktor penentu (bisa atau tidaknya perdamaian di Timur Tengah terwujud), mengapa tak pernah samasekali Obama menyerukan kepada Hamas untuk melepaskan prajurit Israel yang ditawan selama 4 tahun terakhir.

https://i1.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/01pB9T25u6gi0/x610.jpg

Foto : Presiden Rusia Dmitry Medvedev

Medvedev to Mashaal: Free Gilad Schalit

Padahal Presiden Rusia saja punya atensi yang cukup besar atas seruan kemanusiaan semacam ini.

Tak cuma Rusia, negara lain juga banyak yang sudah menyerukan agar Hamas segera membebaskan Gilad Shalit.

Amerika — khususnya Obama — hanya diam aja.

Entah apa arti sikap tak mau tahu itu.

Entah apa arti sikap “diam” itu.

Silahkan saja Obama tak bergeming dan tak sudi bersuara untuk menekan Hamas membebaskan Gilad Shalit sebab masih cukup banyak yang sangat bersimpati atas masalah ini.

Bayangkan, sudah 4 tahun seorang anak muda ditawan oleh gerombolan Hamas.

Pembebasan Gilad Shalit menjadi salah satu yang sangat dituntut oleh Israel selama ini.

Berbagai kebijakan yang sangat “mengejutkan” dari Pemerintah Israel telah dilakukan selama ini untuk membuka peluang dibebaskannya prajurit mereka itu.

Seperti yang sudah disampaikan tadi, dari mulai mengizinkan putri pejabat Hamas keluar dari Jalur Gaza agar segera dapat menjalani operasi di Yordania, membebaskan 1000 tahanan Hamas di penghujung April lalu, sampai ke pembebasan Mohammaed Abu Tir tanggal 20 Mei lalu.

Lihatlah foto-foto pembebasan dari Mohammed Abu Tir.

https://i1.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/08QZbvl0VJe8T/610x.jpg

Foto : Mohammed Abu Tir bertemu keluarganya (20 Mei 2010)

Israel releases jailed Hamas man

Abu Tir ‘Disapproves’ of Shalit’s Imprisonment

Pihak keluarganya begitu histeris dan sangat bahagia.

Bisakah di bayangkan, bagaimana sedihnya perasaan dari Keluarga Gilad Shalit jika melihat foto-foto itu ?

Mereka tentu membayangkan, seandainya saja putra mereka yang dibebaskan maka pasti kebahagiaan itu akan mereka rasakan juga secara nyata. Hanya tinggal beberapa hari lagi, bulan akan segera berganti. Kita akan segera memasuki bulan Juni.

Dan jika nanti kita memasuki bulan Juni, berarti tepat 4 tahun Gilad Shalit di tawan oleh Hamas.

Betapa kuatnya mental dari anak muda yang sangat malang ini. Dia ditawan oleh pihak musuh yang sangat asing bagi dirinya selama bertahun-tahun.

Terpuruk sendiri dalam lokasi penawanannya.

Membayangkan ayah, ibu dan keluarganya di tengah kesendirian yang paling sepi.

Barangkali saat ini, Gilad sudah tak bisa lagi menangis karena airmatanya sudah habis terkuras menunggu pembebasan yang tak kunjung datang.

Foto : Noam Shalit (ayah dari Gilad Shalit) memegang foto sang anak

Gilad yang malang, tentu menunggu keajaiban dari Tuhan.

Keajaiban yang akan mengantarkannya pulang ke tengah keluarga.

Keajaiban yang akan mengantarkannya pulang ke alam bebas penuh kemerdekaan. Semoga upaya-upaya yang bermuara pada pembebasan Gilad Shalit ini terus dilakukan oleh semua pihak — terutama oleh Pemerintah Israel sendiri –.

Semoga tak cuma Presiden Rusia yang secara nyata memberikan dukungan kuat bagi pembebasan seorang anak muda yang malang bernama Gilad Shalit.

Semoga para pemimpin dunia lainnya, mau ikut bersuara menyampaikan seruan pembebasan bagi Gilad.

Bantulah anak muda ini agar dibebaskan dari tempat penawanannya yang sangat tidak berperikemanusiaan.

Izinkan ia pulang.

Bertemu dan memeluk hangat ayah dan ibunya tercinta.

Izinkan ia pulang.

Agar Gilad menjadi manusia merdeka yang tak lagi dirantai oleh belenggu penyiksaan.

Ya, izinkan Gilad Shalit pulang.

Anak muda ini sudah terlalu lama “merantau” dan dipaksa menjadi mahluk terasing di tempat persembunyian bagi lokasi penawanannya selama 4 tahun ini.

Bisa jadi di Palestina, Gilad ditawan.

Tapi bisa juga di sebuah tempat (di luar Palestina), namun Hamas menyembunyikannya disana.

Dimanapun ia ditawan, bukankah waktu yang cukup panjang selama 4 tahun itu adalah sebuah penyiksaan yang sangat memprihatinkan ?

Izinkan, izinkanlah Gilad Shalit pulang.

Sebab pembebasan Gilad mudah-mudahan bisa menjadi salah satu bagian yang bisa mempercepat dan memudahkan realisasi perdamaian antara Israel dan Palestina bisa segera terwujud.

Jangan lagi, penawanan itu menjadi batu sandungan yang bisa menjungkir-balikkan proses damai itu sendiri.

Sebab, rakyat Palestina sendiri pasti sudah sangat mendambakan berdirinya sebuah Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Dan berdirinya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat itu hanya bisa diwujudkan jika seluruh proses yang berjalan tidak tersendat-sendat dan diobrak-abrik oleh provokasi pihak manapun.


(MS)

%d bloggers like this: