Kerinduan Presiden SBY Pada Perdamaian

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Oleh : Mega Simarmata

Dokumentasi wawancara eksklusif Mega Simarmata dengan Presiden SBY yang telah dimuat di INILAH.COM tanggal 26 Oktober 2007

Jakarta – Jiwa seni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak pernah padam. Di tengah kesibukkannya, SBY siap merilis lagu karangannya dalam album bertitel ‘Rinduku Padamu’. Wartawan INILAH.COM MEGA SIMARMATA berhasil melakukan wawancara ekslusif tentang latar belakang setiap lirik-lirik lagunya.

Talenta SBY yang kemudian menggerakkan jari jemarinya untuk menulis lirik lagu, diramu dari hasil perjalanan tugasnya sebagai presiden, baik di dalam maupun ke luar negeri.

Suka, duka dan kekerinduan akan kedamaian negeri ini, dituangkan ke dalam lirik lagu, yang kini memasuki tahap penyelesaian rekaman oleh Duan Production.

Wawancara eksklusif dilakukan seusai Presiden SBY bertemu dengan Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) Indonesia-Timur Leste, di Kantor Kepresidenan, Jumat (26/10/2007).

Saat menuju Istana Negara, kediaman resmi kepala negara, SBY sempat menyapa wartawan INILAH.COM, Mega Simarmata yang memang sudah dikenal Presiden SBY sejak 10 tahun lalu.

“Hallo Mega, apa kabar?” tegur SBY yang saat itu menggunakan mobil golf, menyapa lebih dulu.

Wartawan INILAHCOM  tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan membalas salam SBY, “Kabar baik, pak, boleh ya pak, saya wawancara soal album rekamannya?.”

Presiden SBY menjawab, “Silahkan, apa yang mau ditanyakan?”.

Berikut hasil wawancara selengkapnya :

INILAH.COM : Bisa diceritakan, pada saat seperti apa, Bapak meluangkan waktu menciptakan lirik-lirik lagu itu ?

Presiden SBY : Yang terutama ya pada saat rileks, ada kerinduan seorang SBY, Negara kita ini bisa menjadi semakin damai, rasa persaudaraan di antara kita semua semakin kuat, itulah yang muncul dalam lirik-lirik tertentu dalam lagu-lagu itu. Seakan setelah perjalanan panjang dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa, pada bulan ke sekian ada satu hari yang pikiran saya sedang tenang, ada keinginan untuk mengekspresikannya dalam bentuk lain untuk kepentingan kita. Tapi, ya nantilah.

INILAH.COM : Yang memang diciptakan khusus untuk Ibu, lagu yang mana pak?

Presiden SBY : Kalau untuk isteri tercinta, saya menciptakan banyak lagu, tetapi salah satunya di dalam album ini, yang khusus adalah lagu yang judulnya Rinduku Padamu. Pokoknya tunggu tanggal mainnya ya (tersenyum).

INILAH.COM : Wah, ternyata Bapak romantis sekali. Sejak kapan bakat seni itu Bapak miliki, apalagi bisa menciptakan lirik lagu?

Presiden SBY : Saya kan dulu mendalami musik selama 7 tahun, sekarang muncul kembali keinginan untuk bermusik itu. Pada saat yang tenang, 6 bulan sekali karya saya muncul.

INILAH.COM : Satu saat, boleh juga kalau ada lirik lagu yang bapak ciptakan untuk wartawan.

Presiden SBY : (Tertawa) Ya tentu boleh, nanti ya saya buatkan.

INILAH.COM : Selamat Pak untuk album rekamannya ya.

Album rekaman SBY itu berisi 10 lagu dan akan dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober di Pekan Raya Jakarta (PRJ). Sejumlah musisi kondang seperti Jumadi, Jimmy Manopo dan Purwacaraka telah memberikan sentuhan pop manis yang romantis pada karya Presiden SBY itu.

Selain lagu Rinduku Padamu, masih ada sembilan lagu lainnya seperti Kasih Akupun Rindu, Dendang di Malam Purnama, Mengarungi Keberkahan Tuhan, Hening, Kuasa Tuhan, Selamat Berjuang, Mentari Bersinar dan Kawan yang dinyanyikan oleh Dharma Oratmangun, Ebiet G Ade, Gee Foregia, Widi (AB Tree), Dea Mirella dan grup band idola anak muda, Keris Patih dalam lagu “Hening”.    (*)

%d bloggers like this: