Kadiv Propam Polri Irjen. Budi Gunawan : Kasus Gayus Cobaan Berat Bagi Polri

WAWANCARA EKSKLUSIF

Jakarta (16/4/2010) Terungkapnya kasus pengemplangan pajak yang menyeret nama Gayus Tambunan (seorang pegawai eselon 3 Direktorat Jenderal Pajak), mau tak mau menyeret juga INSTITUSI POLRI ke dalam situasi yang serba tidak mengenakkan.

Citra dan nama baik Polri kembali dipertaruhkan dalam penanganan kasus pengemplangan pajak ini – terutama yang menyangkut masalah pelanggaran etika dan profesi. Tujuh orang penyidik sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam masalah pelanggaran etika dan profesi.

Photo : Irjen Budi Gunawan

Dan untuk menangani itu sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku dalam Polri, maka Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri yang berada di garda terdepan dalam menyelesaikan kasus yang sangat memalukan ini.

Divisi Propam Polri juga mendapat sorotan sejak beberapa hari terakhir ini, terkait upaya penegakan disiplin yang dilakukan terhadap Mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji yang nyaris berangkat ke Singapura (tanpa izin dari atasan atau INSTITUSI).

Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata mendapatkan kesempatan untuk melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF dengan Kepala Divisi Profesi & Pengamanan (Propam) Polri Irjen Polisi Budi Gunawan.

WAWANCARA EKSKLUSIF ini dilakukan di ruang kerjanya di Gedung Utama Mabes Polri, Jumat (16/4/2010) siang.

Photo : Irjen Budi Gunawan

Dan inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Kadiv. Propam Polri Irjen Polisi Budi Gunawan :

(KATAKAMI) : Terimakasih Pak Budi, atas WAWANVARA EKSKLUSIF ini karena Divisi yang Bapak pimpin ini sekarang lagi disorot oleh banyak pihak yaitu apakah Propam Polri akan mampu untuk menegakkan disiplin bagi anggota-anggota Polri yang tersangkut dan tersandung dalam kasus Gayus Tambunan. Boleh tahu, apa yang saat ini sedang terus ditangani oleh Divisi Propam terkait kasus Gayus ini ?

(BUDI GUNAWAN) : Begini, yang harus dipahami oleh masyarakat adalah Propam ini bekerja di benteng terakhir dalam institusi Polri. Sebab berada dalam aspek pengawasan. Terutama penegakan aturan disiplin dan kode etik profesi. Kalau sebagai benteng terakhir, tentu saja semua yang dilakukan oleh Propam ini sangat berkaitan dengan penegakan aturan yang berkaitan dengan aspek internal organisasi Polri. Terutama penegakan peraturan disiplin dan peraturan kode etik tadi. Semua itu muara dan tujuannya adalah untuk menjaga citra Polri tadi.

(K) : Lalu apa bedanya antara proporsi tugas Propam dan Irwasum (Inspektur Pengawasan Umum, red) terkait penanganan kasus Gayus Tambunan yang melibatkan anggota-anggota Polri ini ? Apakah penanganannya hanya ditangani oleh Propam saja atau melibatkan Tim dari Irwasum Polri ?

(BG)  : Tentu ada korelasinya. Ada hubungannya. Kedua fungsi tadi yaitu Irwasum dan Propam didalam siklus manajemen Polri, berada dalam aspek pengawasan. Khusus untuk Irwasum,  menangani masalah manajemen yaitu yang berkaitan dengan perencanaaan dan bidang pengawasan. Nah, kalau dari hasil audit manajemen itu terdapat dugaan penyimpangan dan pelanggaran maka Propam akan masuk melakukan penegakan. Sekali lagi, konsentrasi tugas dari Propam ini adalah penegakan disiplin dan kode etik. Sering kali masyarakat umum yang kurang memahami masalah aturan ini menyamakan dan menarik kesimpulan bahwa penegakan disiplin – kode etik itu masuk dalam ranah pidana.  Itu sangat berbeda sekali ! Sehingga jangan mengkait-kaitkan proses penegakan disiplin dan kode etik profesi yang dilaksanakan Propam dengan langkah-langkah ke arah pidana.

(K)  :  Oke, kita masuk lebih dalam pada kasus Gayus Tambunan. Porsi tugas dari Propam untuk menindak-lanjutinya apa saja ?

(BG)  : Oh banyak sekali ! Sebab dalam kasus ini … sudah jelas sekali ada pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan kode etik dan profesi. Misalnya, pelanggaran prosedur tahapan penyidikan.

(K) Itu yang terjadi di Bareskrim ya ?

(BG) Ya … artinya ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri. Ini menjadi domain tugas Propam. Ini yang harus kami tegakkan. Apalagi kalau ada unsur pidananya, biasanya juga ada korelasi yaitu terdapat penyimpangan di bidang kode etik. Walaupun dalam tahap pemeriksaannya akan dibedakan. Termasuk persidangannya, akan dibedakan dengan unsur pidana.

(K) :  Ada berapa orang sebenarnya anggota Polri yang terlibat dalam kasus Gayus Tambunan ini ?

(BG)  :  Seperti yang sedang dilaksanakan oleh Tim Independen … sebetulnya didalam Tim Independen ini juga ada Tim Propam … bekerja secara sinergi. Yang masuk dalam ranah pidana, diperiksa oleh Tim dari Bareskrim. Sementara yang masuk dalam ranah kode etik, akan diperiksa oleh Tim Propam. Sampai saat ini ada 7 orang penyidik yang  dinyatakan terlibat yaitu penyidik pelaksana. Termasuk pejabat yang ada di Bareskrim saat itu dan terakhir.  Pokoknya yang berkaitan dari mulai tahap perencanaan, pelaksanaan dan sampai memasuki putusan.

(K) :  Pak Budi, ini akan jadi tanda besar di tengah masyarakat kalau misalnya hal ini tidak kami tanyakan kepada anda selaku Kepala Divisi Propam Polri. Ada apa sebenarnya dibalik penangkapan terhadap Mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta beberapa hari lalu sebab yang melaksanakan proses itu adalah Propam Polri ? Mengapa beliau ditangkap ?

(BG)  :  Lho … itu bukan penangkapan namanya !

(K) : Oh begitu ya ? Sebab Tim dari Propam yang mengirimkan anggota-anggota Provost mendatangi Pak Susno Duadji sampai ke ruang keberangkatan bandara. Kalau bukan penangkapan, jadi apa namanya ?

Photo : Kapolri Jenderal BHD & Wakapolri Jusuf Manggabarani

(BG)  :  Sesuai dengan Pasal 6 Peraturan Kapolri Nomor 43 Tahun 2003, jelas disebutkan bahwa dalam rangka penegakan peraturan disiplin … dalam hal kedapatan tertangkap tangan, maka Provost bisa melakukan pemeriksaan langsung.

(K) : Jadi bukan ditangkap namanya ? Tapi kok ramai-ramai mengejar Pak Susno ke Bandara. Kan bisa mengirimkan beberapa orang saja misalnya, untuk mengundang beliau menjalani pemeriksaan di Mabes Polri ?

Photo : Komjen Susno Duadji

(BG)  : Sekali lagi, itu bukan penangkapan. Salah besar kalau ada yang menyebut itu penangkapan.  Ini kan pencegahan. Jadi kerjanya Propam itu adalah sebelum, pada saat dan setelah. Dalam kaitan dengan kasusnya Pak Susno … seperti yang disampaikan oleh Tim Pengacara Pak Susno, lho Pak Susno kan belum berangkat keluar negeri. Lho, begini … Propam itu bekerja sebelum, pada saat dan setelah.  Dalam rangka upaya preventif dan karena tertangkap tangan …. terbukti ada disana, kami mencegah dan kami bawa ke Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan.

(K)  :  Wah, tetap saja agak membingungkan Pak. Sebab kalangan awam menilai, kejadian itu adalah penangkapan terhadap seorang perwira tinggi Polri yang masih aktif. Apakah Propam mendengar kritikan dari pihak Pak Susno Duadji, mengapa tidak ada surat resmi penangkapan ? Bagaimana Kadiv Propam menjelaskan hal ini ?

(BG)  :  Sekali lagi, dalam Pasal 6 Peraturan Kapolri Nomor 43 Tahun 2003 itu sudah sangat jelas yaitu dalam hal tertangkap tangan maka tanpa surat perintah Provost bisa melakukan pemeriksaan. Itu sudah sangat jelas sekali kok. Ada aturannya. Kami wajib melaksanakan itu.

Ilustrasi Gambar Topi Provost Polri

(K)  :  Jadi apa kesalahan dari Pak Susno Duadji sehingga Tim Provost memburu beliau ke Bandara Soekarno Hatta terkait istilah tertangkap tangan tadi ?

(BG) :  Kesalahan beliau adalah berencana untuk berpergian keluar negeri tanpa izin. Kami wajib melakukan penegakan disiplin sesuai dengan aturan yang berlaku di Polri. Setiap profesi dan organisasi apapun atau dimanapun, tentu punya aturan yang berkaitan dengan kode etik. Khusus untuk TNI – POLRI, ada tambahan lagi yaitu peraturan disiplin. Jadi itulah konsekuensinya karena Pak Susno kan masih polisi aktif.

(K) : Jadi, kesalahan utama dari Pak Susno Duadji adalah pelanggaran disiplin, begitu maksudnya Pak ?

(BG) Iya betul !

(K)  Apakah Polri serius dan sungguh-sungguh akan melakukan pemeriksaan terhadap anggota-anggotanya yang terlibat dalam kasus Gayus Tambunan ini ?

(BG)  : Sesuai dengan peraturan yang berkaitan dengan kode etik dan profesi, Propam ingin menunjukkan bahwa kami merespon setiap pengaduan.

(K) :  Apakah ada jaminan bahwa dalam rangka menangani kasus Gayus Tambunan ini, Propam tidak ada mengada-ada atau melakukan rekayasa apapun ? Ya, misalnya … yang salah dibenarkan atau yang benar justru disalahkan ?

(BG) :  Kami tidak akan melakukan diskriminasi. Propam serius menegakkan aturan, Polri sedang membenahi masalah ini yaitu citra dan nama baik agar kepercayaan masyarakat kembali pulih terhadap Polri.

(K)  : Tampaknya Propam sadar betul bahwa kasus Gayus Tambunan ini mau tak mau menjadi cobaan bagi institusi Polri ?

(BG)  :  Ya betul … ini cobaan berat buat Polri.

(K) : Baik, terimakasih Pak Budi Gunawan.

 

%d bloggers like this: